[4] Tugas TI posting
Fisioterapi Osteoartritis (OA)
Osteoarthritis (OA) merupakan penyakit degeneratif pada kartilago sendi
yang banyak ditemukan. OA lutut lebih sering menyebabkan disabilitas
dibandingkan OA pada sendi lain. Penderita OA
mengeluh nyeri pada waktu melakukan aktivitas atau jika ada pembebanan
pada sendi yang terkena. Pada derajat yang lebih berat nyeri dapat dirasakan
terus menerus sehingga sangat mengganggu mobilitas penderita.
Prevalensi OA pada sendi meningkat secara progresif dengan meningkatnya
usia yang merupakan faktor resiko yang kuat untuk terjadinya OA. Wanita 2 kali
lebih banyak menderita OA dibandingkan pria, dimana wanita kulit hitam dengan
OA lebih banyak 2 kali dibandingkan wanita kulit putih
Pada usia
lebih dari 65 tahun, baik secara klinik maupun radiologi didapatkan peningkatan
jumlah kasus OA lutut. Menurut The Framingham Osteoarthritis Study gambaran radiologik OA lutut yang berat
(grade III dan IV menurut kriteria Kellgreen-Lawrence) makin meningkat dengan
bertambahnya umur, yaitu 11,5% pada usia kurang dari 70 tahun, 17,8% pada umur
70-79 tahun dan 19,4% pada usia lebih dari 80 tahun. Wanita yang mempunyai
gambaran radiologik osteoarthritis berat adalah 10,6% pada umur kurang dari 70
tahun, 17,6% pada umur 70-79 tahun dan 21,1% pada umur lebih dari 80 tahun;
sedangkan pada laki-laki 12,8% pada umur kurang dari 70 tahun, 18,2% pada umur
70-79 tahun dan 17,9% pada umur lebih dari 80 tahun. Prevalensi radiologik OA
akan meningkat sesuai dengan umur. Pada umur di bawah 45 tahun jarang
didapatkan gambaran radiologik yang berat. Pada usia tua gambaran radiologik OA
lutut yang berat mencapai 20%.
Dari aspek
rehabilitasi medik, penyakit sendi degeneratif, dapat menimbulkan kecacatan
fisik dalam beberapa tingkat, yaitu, tingkat impairmen (kerusakan sendi, terutama
yang menyebabkan keluhan nyeri), tingkat disabilitas (adanya kecacatan fisik,
sehingga terganggunya activity of daily
living), dan handikap (tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan,
akibat hambatan psikologis, sosial, dan vokasional oleh karena kecacatan fisik
yang dideritanya).
Sebagian
besar manajemen OA bertujuan untuk mengurangi nyeri secara farmakologis.
Pemberian latihan juga sudah umum diberikan pada pasien OA, tetapi masih banyak
difokuskan hanya pada impairmen lokal di sekitar sendi yang terkena seperti
kelemahan otot, keterbatasan luas gerak sendi, dan nyeri. Padahal manajemen
yang efektif seharusnya juga
memperhatikan keterbatasan fungsional dan disabilitas sekunder yang timbul
karena impairmen lokal pada OA. Oleh karena itu pada tinjauan
kepustakaan ini akan dibahas latihan secara holistik untuk pasien OA lutut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar